coracoret

coretan kecil bermakna besar

Evolusi Wujud Nasionalisme di Kalangan Pemuda

Nasionalisme dari waktu ke waktu telah berkembang seiring dengan perkembangan pemikiran, zaman dan teknologi. Meskipun tetap sebagai suatu hal yang positif, hal ini harus tetap dijaga agar tidak melenceng dari makna apa nasionalisme itu sebenarnya. Jangan sampai makna-makna yang menjadi jiwa dari semangat nasionalisme itu menjadi luntur bahkan berubah nilainya.

Apa yang kita pikirkan saat mendengar kata nasionalisme? Mungkin ada yang menjawab cinta tanah air, paham kebanggaan terhadap negara dan bangsa atau mungkin ada yang menjawab nasionalisme itu adalah membayar pajak, ikut upacara bendera dan sebagainya. Tidak ada pendapat yang salah, semua orang boleh mengartikan nasionalisme sesuai dengan persepsi mereka masing-masing dan mewujudkan rasa nasionalisme itu dengan apa yang mereka inginkan.

            Nasionalisme telah menjadi kata yang wajib diingat oleh setiap warga negara. Terlepas dari apa dan bagaimana makna dari nasionalisme itu setiap warga negara dari lubuk hatinya pasti mempunyai rasa peduli dan cinta kepada negaranya. Tidak dapat disangkal lagi nasionalisme dan rasa cinta tanah air telah menjadi keyakinan kedua yang harus dijalani dan diamalkan oleh warga negara setelah agama. Begitu dalamnya makna nasionalisme sehingga sangat penting untuk dipupuk dan dikembangkan agar sesuai dengan cita-cita suatu negara.

            Telah kita alami bersama bagaimana sedari kecil rasa nasionalisme itu dimunculkan dan dirawat agar dapat tertanam kuat dalam sanubari kita. Dalam lingkup keluarga misalnya, kita sudah dikenalkan tentang apa itu Indonesia, apa itu bendera merah putih, apa itu Pancasila. Saat kanak-kanak kita diajak untuk merayakan kemerdekaan dengan berbagai perlombaan agar kita selalu senang dan gembira dalam menyambut kemerdekaan Indonesia. Semakin dewasa kita mulai mengerti apa itu nasionalisme, apa itu  rasa cinta tanah air. Nasionalisme itu berkembang, nasionalisme itu bergerak sejajar dengan kemajuan cara berpikir dan pandangan kita dalam menyikapi sesuatu.

            Tidak dapat dipungkiri nasionalisme memainkan peranan penting dalam kemajuan suatu bangsa. Rasa cinta tanah air yang dalam akan memunculkan rasa rela berkorban dan berusaha melakukan yang terbaik untuk negaranya. Sikap itulah yang dulu mencoba diterapkan saat era kepemimpinan Soeharto dengan program P4-nya agar rakyat Indonesia mempunyai nilai-nilai nasionalisme yang dalam dan melekat erat dalam kehidupan mereka sehari-hari. Bangsa Jerman saat kepemimpinan ‘The Fuhrer’ Adolf Hitler juga demikian, dengan rasa cinta tanah air yang tidak terbatas pada negara diharapkan semua aspek dalam masyarakat akan maju, meskipun pada akhirnya idiologi ini hancur. Jika kita hendak membangun suatu bangsa yang tangguh terhadap perubahan zaman maka nasionalisme harus dikobarkan agar semangat itu tetap ada dan bergelora dalam jiwa.

            Pemuda sejak dulu kala menjadi pihak yang paling menentukan dalam suatu bangsa. Bisa dikatakan demikian karena para pemuda adalah calon pemimpin masa depan yang cepat atau lambat peran dan andilnya sangat dibutuhkan demi kemajuan bangsa. Maka dari itu dibutuhkan pengembangan pemuda agar siap dan berkompeten untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik. Selain itu pula peran pemuda sangat terasa semenjak bangsa ini berdiri. Setiap perubahan dalam aspek politik maupun sosial, dibelakangnya selalu ada para pemuda yang aktif dalam melakukan perubahan.

            Perwujudan nasionalisme pemuda berkembang seiring dengan perkembangan zaman. Dalam hal ini perubahan perwujudan nasionalisme pemuda secara konkret yang berupa aksi nyata dan dapat dilihat dengan jelas pada peristiwa-peristiwa berikut ini. Pada tahun 1908 saat organisasi Budi Utomo lahir, Sumpah Pemuda pada tahun 1928, Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945, dan juga Gerakan Mahasiswa Indonesia tahun 1998.

            Budi Utomo yang berarti budi yang utama lahir pada tanggal 20 Mei 1908 . Budi Utomo merupakan gerakan yang pertama yang mempunyai tujuan yang jelas yaitu untuk kemerdekaan Indonesia. Gerakan ini didirikan oleh para pemuda mahasiswa dari STOVIA, yaitu sekolah kedokteran jawa pada zaman Hindia Belanda. Pendirian gerakan itu bermula dari sering diadakannya diskusi oleh para mahasiwa STOVIA, mereka memikirkan perlakuan buruk Pemerintahan Hindia Belanda terhadap bangsa pribumi yang sewenang-wenang ditambah lagi ulah para pejabat pribumi yang tidak memerdulikan nasib bangsa mereka sendiri dan hanya mencari keuntungan pada diri mereka sendiri.

            Didirikannya Budi Utomo memicu semangat nasionalisme dan menjadi tonggak sejarah lahirnya paham kebangsaan di Indonesia. Meskipun pada awalnya Gerakan Budi Utomo lebik memfokuskan kegiatan dan keanggotaanya di kalangan orang Jawa, tetapi pada akhirnya setelah munculnya Budi Utomo nasionalisme semakin menjadi dikenal oleh kalangan luas. Salah satu pendapat dari anggotanya yaitu Soewardi, mengatakan bahwa orang-orang Indonesia mengajarkan kepada bangsanya bahwa “nasionalisme Indonesia” tidaklah bersifat kultural, tetapi murni bersifat politik. Dengan demikian, nasionalisme terdapat pada orang Sumatera maupun Jawa, Sulawesi maupun Maluku. Tidak dapat disangkal Gerakan Budi Utomo yang didirikan oleh para pemuda berperan penting dalam memunculkan semangat nasionalisme bagi bangsa Indonesia.

            Tanggal 20 Mei sebagai tanggal didirikannya Budi Utomo dijadikan sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Karena pada hari itu lahir gerakan atau organisasi yang mengusung bangkitnya semangat persatuan, kesatuan, dan nasionalisme dan juga membangkitkan kesadaran dan perjuangn untuk mewujudkan kemerdekaan Indonesia yang belum pernah muncul pada masa sebelumnya. Disinilah tonggak peran pemuda dalam perwujudan dan perjuangan semangat nasionalisme muncul dan dilakukan dengan aksi yang nyata.

            Pada era ini perwujudan rasa nasionalisme diwujudkan dengan cara diskusi untuk bersama-sama mencari jalan keluar dari masalah yang membelit bangsanya. Juga dilakukan dengan aksi nyata pendirian organisasi yang bersifat kebangsaan untuk menunjukkan dan mengajarkan kepada masyarakat luas tentang pentingnya semangat kebangsaan itu.

            Era selanjutnya perwujudan nasionalisme para pemuda terjadi pada saat berlangsungnya Sumpah Pemuda yang diikrarkan saat Kongres Pemuda II pada tanggal 28 Mei 1928. Rumusan  Sumpah Pemuda ini ditulis oleh Mohammad Yamin dan diikrarkan bersama oleh peserta kongres yang berjumlah 71 orang. Sumpah Pemuda ini berbunyi :

Pertama
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
Kedua
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
Ketiga
Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesi
a.

            Saat dilangsungkannya Sumpah Pemuda ini juga dikumandangkan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya yang pertama kalinya. Lagu ini dimainkan dengan biola tanpa syair oleh Wage Rudolf Supratman sebagai penciptanya. Hal ini semakin membakar semangat nasionalisme para pemuda yang mengikuti Kongres Pemuda II setelah sebelumnya mereka bersama-sama mengikrarkan Sumpah Pemuda.

            Sumpah Pemuda menjadi wujud dan pijakan penting perwujudan nasionalisme dari para pemuda. Kongres pemuda yang bersifat nasionalisme dan Sumpah Pemuda menjadi bukti peran pemuda dan perwujudan atas sikap mereka dalam menunjukkan rasa nasionalisme mereka di tengah ketakutan akan Pemerintah Belanda yang mengawasi dengan ketat setiap kegiatan yang bersifat kebangsaan.

            Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 menjadi titik puncak perjuangan para pemuda dalam mendapatkan kemerdekaan. Proklamasi yang dilakukan pada saat vacuum of power itu merupakan tindakan yang sangat tepat yang dilakukan para pemuda yang dipimpin oleh dwitunggal Soekarno-Hatta. Setalah dijajah selama beberapa abad dan melalui perjuangan baik yang bersifat kedaerahan maupun kebangsaan akhirnya dapat dicapai juga kemerdekaan bagi bangsa Indonesia.

            Para pemuda pada saat proklamasi bekerja keras mewujudkan dan mengusahakan dengan segala cara. Aksi nyata para pemuda dapat dilihat jelas pada era ini. Dengan bekerja sama dengan golongan tua mereka dapat mewujudkan hal yang selama ini diidam-idamkan dan diperjuangkan selama beberapa abad yaitu meraih kemerdekaan dengam usaha sendiri.

            Gerakan Mahasiswa Indonesia pada tanggal 21 Mei 1998 juga menunjukkan eksistensi pemuda Indonesia dalam menunjukkan rasa nasionalisme. Gerakan ini menjadi monumental dan sangat bersejarah karena berhasil memaksa Presiden Soeharto untuk mundur dari jabatannya setelah berkuasa selama 32 tahun yang penuh dengan kasus korupsi, kolusi dan nepotisme. Apalagi setelah terjadinya krisis moneter pada tahun 1997 yang membuat rakyat semakin menderita. Pada saat itulah muncul para pemuda yang diwakili oleh mahasiswa yang menyuarakan reformasi dan melakukan perubahan.

            Pada masa ini wujud nasionalisme para pemuda diwujudkan secara lebih eksplosif dan dengan berbagai cara. Kecintaan kepada bangsa dan negara membuat mereka mau mengobarkan nyawa demi terciptanya Indonesia yang lebih makmur. Meskipun dilakukan dengan cara demonstrasi, protes, dan sebagainya, hal itu uga telah menunjukkan rasa nasionalisme yang sangat kental yang telah masuk ke dalam jiwa dan relung hati para pemuda.

            Dari perjalanan sejarah di atas kita bisa melihat bagaimana perkembangan perwujudan rasa nasionalisme dan juga aksi nyata para pemuda dari waktu ke waktu. Bagaimana para pemuda bisa mengambil peranan apa yang dibutuhkan dari mereka pada zamannya dan mewujudkannya ke dalam aksi nyata.

            Bagaimana dengan kita saat ini sebagai para pemuda dalam memberikan peranan terhadap bangsa ini? Apa perwujudan dari rasa nasionalisme yang slama ini kita dengung-dengungkan? Selama ini kita hanya menganggap nasionalisme hanya kata semu yang tidak ada artinya. Perubahan nilai dan rasa kebanggaan terhadap bangsa ini sedikit demi sedikit mulai terkikis habis. Terhadap bendera merah putih yang pada zaman dahulu diperjuangkan dengan mempertaruhkan jiwa dan raga para pahlawan kita hanya menganggapnya sepele. Upacara bendera pada saat perayaan kemerdekaan Indonesia hanya dianggap msebagai formalitas belaka. Apakah dengan ini kita menjawab perjuangan para pendahulu kita? Tidak! Sudah saatnya kita harus berubah.

            Seringkali kita geram jika melihat berita hasil kebudayaan kita diklaim oleh negara lain. Seringkali kita resah jika tim sepak bola kita kalah dari negara lain. Apakah dengan ini rasa perwujudan rasa nasionalisme kita? Dengan hanya merasa geram ataupun resah tanpa melakukanapa-apa? Sudah saatnya kita bangkit dan bertanya pada diri kita sendiri. Apa yang bisa saya lakukan untuk negara ini? Apa yang sudah saya lakukan untuk bangsa ini? Kalu belum bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut berarti kita belum melakukan apa-apa untuk negara ini.

            Sudah saatnya kita bangkit dari keterpurukan dan membangun negeri ini. Bukan dengan mendirikan gerakan-gerakan politik, bukan juga dengan melakukan demonstrasi untuk menggulingkan kekuasaan. Tetapi dengan belajar dengan sungguh-sungguh, peduli terhadap lingkungan dan peka terhadap isu-isu sosial. Jika kita bersatu melakukan perubahan dan bertindak positif untuk negeri ini, niscaya rasa nasionalisme kosong tidak akan pernah ada. Rasa nasionalisme itu akan tumbuh subur dan berlanjut dari generasi ke generasi.

            Hidup Pemuda Indonesia !

            Hidup Rakyat Indonesia !

            Hidup Bangsa Indonesia !

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Juli 9, 2013 by in Uncategorized and tagged .
%d blogger menyukai ini: